Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog KIR MAN 1 Jakarta
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

26 Jul 2010

Kriteria Karya Ilmiah Yang Tidak Diterima

Posted by KIR MAN 1 Jakarta 22.02, under | No comments


AGAR DITERIMA MAKA KARYA TULIS ILMIAH HARUS MEMILIKI KRITERIA APIK YAITU ASLI, PERLU (BERMANFAAT), ILMIAH DAN KONSISTEN. APABILA TIDAK MEMENUHI SYARAT ITU MAKA AKAN DITOLAK, DENGAN KRITERIA SEBAGAI BERIKUT :

TIDAK ASLI

  1. Pada KARYA TULIS ILMIAH terdapat indikasi yang menunjukkan bahwa KARYA TULIS ILMIAH tersebut tidak asli, seperti data yang tidak konsisten, lokasi, nama sekolah, dan data yang dipalsukan, lampiran yang tidak sesuai, dan lain-lain.(Penilai harus menuliskan / menandai hal-hal tersebut pada KARYA TULIS ILMIAH yang dinilainya)
  2. Pada KARYA TULIS ILMIAH terdapat indikasi yang menunjukkan kejanggalan misalnya :Dalam satu tahun, seorang guru mengajukan lebih dari dua buah KARYA TULIS ILMIAH hasil penelitian. (Apabila setiap semester dilakukan satu penelitian, maka dalam setahun, dihasilkan maksimal dua KARYA TULIS ILMIAH hasil penelitian). Pada KARYA TULIS ILMIAH terdapat indikasi yang menunjukkan kejanggalan misalnya :
  • Beberapa KARYA TULIS ILMIAH dari guru yang sama, sangat berbeda kualitasnya
  • Misalnya satu KARYA TULIS ILMIAH berkualitas setara tesis, sedang KARYA TULIS ILMIAH lain mempunyai kualitas yang sangat jauh berbeda (tidak wajar apabila kualitas KARYA TULIS ILMIAH dari guru yang sama, mempunyai mutu yang sangat jauh berbeda)
  1. Pada KARYA TULIS ILMIAH terdapat indikasi yang menunjukkan kejanggalan misalnya : KARYA TULIS ILMIAH yang dinyatakan dibuat dalam waktu yang berbeda (misalnya tahun-tahun yang berbeda) mempunyai kesamaan mencolok satu dengan yang lain. Kesamaan itu misalnya tampak pada kata pengantar, tanggal pengesahan, tanggal pembuatan, foto pelaksanaan yang sama, dan data lain yang menunjukkan ketidakwajaran.
  2. KARYA TULIS ILMIAH yang diajukan sangat mirip skipsi, tesis atau desertasi (yang sangat mungkin karya orang lain, atau karya yang bersangkutan)
  • Hal ini tampak dari sajian isi, format kelengkapan kepustakaan, kedalaman teori dan terutama permasalahan penelitiannya
  • Beberapa KARYA TULIS ILMIAH (yang umumnya berasal dari daerah yang sama) sangat mirip.
  • Kemiripan yang mencolok tersebut tampak pada pengantar, abstrak, teori, daftar pustaka, yang tertulis sama baik bentuk dan ukuran huruf, kata-demi-kata, kalimat dan lain-lain.
  • Fakta di lapangan menunjukkan adanya biro jasa yang bersedia "membuatkan" KARYA TULIS ILMIAH bagi para guru.

TIDAK PERLU/TIDAK BERMANFAAT

  1. KARYA TULIS ILMIAH dinyatakan sebagai tinjauan / gagasan ilmiah, namun : hanya berupa diskripsi atau paparan tentang hal yang terlalu luas/ terlalu umum tidak terkait dengan permasalahan yang ada di sekolah/ kelasnya, atau Tidak ada hal yang berkaitan dengan kegiatan ybs sebagai guru di kelasnya.
  2. KARYA TULIS ILMIAH dinyatakan sebagai tulisan ilmiah populer namun : tidak terkait dengan permasalahan yang ada di sekolah/ kelasnya, atau Tidak ada hal yang berkaitan dengan kegiatan ybs sebagai guru di kelasnya.
  3. KARYA TULIS ILMIAH dinyatakan sebagai prasaran ilmiah yang diajukan dalam suatu seminar ilmiah namun : Isi prasaran mempermasalahkan tentang hal-hal di luar kegiatan pengembangan profesi guru
  4. Isi KARYA TULIS ILMIAH berupa laporan penelitian di luar bidang pendidikan / pembelajaran tapi lebih merupakan penelitian bidang studi.
  5. KARYA TULIS ILMIAH dinyatakan sebagai Laporan Penelitian Pembandingan namun tidak tampak kegiatan nyata apa yang telah dilakukan guru dalam kegiatan pengembangan profesi, atau Bahasan hanya sebatas membanding-kan variabel yang telah jelas jawabannya
  6. KARYA TULIS ILMIAH dinayatakan sebagai laporan penelitian deskriptif, namun :tidak jelas kegiatan nyata apa yang telah dilakukan guru dalam kegiatan pengembangan profesinya, atau Bahasan hanya sebatas mendeskripsikan data tentang siswanya dalam kaitannya dengan sesuatu keadaan
  7. KARYA TULIS ILMIAH dinyatakan sebagai Laporan Penelitian Korelasi namun tidak jelas kegiatan nyata apa yang telah dilakukan guru dalam kegiatan pengembangan profesi, atau Bahasan hanya sebatas mengkorelas-ikan variabel yang telah jelas jawabannya

TIDAK ILMIAH

  1. KARYA TULIS ILMIAH dinyatakan berupa laporan penelitian, namun :
  • latar belakang masalah tidak jelas sehingga tidak dapat menunjukkan pentingnya hal yang dibahas dan hubungan masalah tersebut dengan upayanya untuk mengembangkan profesinya sebagai guru
  • tidak ada fakta spesifik yang berkaitan dengan masalah di sekolah atau kelasnya; Rumusan masalah tidak jelas sehingga kurang dapat diketahui apa sebenarnya yang akan diungkapkan pada KARYA TULIS ILMIAHnya
  • kebenarannya tidak terdukung oleh kebenaran teori, kebenaran fakta dan kebenaran analisisnya;
  • sampling, data, analisis hasil yang tidak / kurang benar
  • berupa penelitian eksperimen, tetapi tidak mengikuti kaidah penulisan laporan penelitian eksperimen
  1. KARYA TULIS ILMIAH dinyatakan sebagai Laporan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) namun :
  • tidak jelas apa, bagaimana dan mengapa kegiatan tindakan yang dilakukan
  • tidak jelas bagaimana peran hasil evaluasi dan refleksi pada penentuan siklus-siklus berikutnya.
  • apa yang dijelaskan dalam laporan ternyata hanya laporan pembelajaran biasa
  • tahapan dalam siklus hanya sama dengan tahapan pembelajaran siklus hanya dilaksanakan dalam satu pertemuan
  • metode penelitian belum mengemukakan tahapan dan tindakan tiap siklus dan indikator keberhasilannya
  • pada laporan hasil dan pembahasan belum melaporkan data lengkap tiap siklus, perubahan yang terjadi pada siswa, guru atau kelas serta bahasan terhadap keseluruhan hasil penelitian
  • lampiran belum lengkap (instrumen penelitian terutama lembar pengamatan, test, contoh hasil kerja siswa dalam pengisian instrumen pelaksanaan oleh siswa dan guru , dokumen pelaksanaan seperti foto kegiatan, daftar hadir dan lainnya.

TIDAK KONSISTEN

14. Isi KARYA TULIS ILMIAH tidak berkaitan dengan tugas guru dalam tugas pembelajaran-nya.

  • masalah yang dikaji tidak sesuai dengan tugas si penulis sebagai guru
  • masalah yang dikaji tidak sesuai latar belakang keahlian atau tugas pokok penulisnya
  • masalah yang dikaji tidak berkaitan dengan upaya penulis untuk mengembangkan profesinya sebagai guru

27 Jun 2010

Inovasi Ilmiah Bentangkan Keindahan Kehidupan Kota Masa Depan ‎

Posted by KIR MAN 1 Jakarta 15.41, under | No comments


Pesona terbesar ekspo dunia adalah inovasi ilmiah yang didemonstrasikannya, dari Istana Kristal, menara Eifel, lampu listrik, televisi sampai mobil dan lain-lain, yang terus memepengaruhi secara mendalam cara hidup manusia. Kini banyak hasil ilmu dan teknologi baru barangkali sudah tidak sabar menunggu untuk diperagakan perdana di ekspo dunia, namun konsep ilmu dan teknologi ekspo dunia serta penerapannya tetap sangat menggembirakan dengan membentangkan gambaran indah kota masa depan dimana keharmonisan terjaga dalam hubungan antar manusia serta antar manusia dan alam.

Ilmu dan teknologi sementara memberikan kekayaan bagi manusia, juga membawa problem-problem polusi lingkungan hidup, kelangkaan energi dan perubahan iklim. Dalam Ekspo Shanghai kali ini, konsep hijau, ramah lingkungan dan karbon rendah terekspresi pada pembangkit listrik tenaga solar 4,6 megawatt, 500 unit mobil sel listrik berbahan bakar dan mobil listrik murni, lebih 200.000 lampu LED, sistem pendauran dan pemanfaatan kembali air hujan dan sampah padat, serta jaringan transportasi pintar generasi baru.

Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tiongkok Wan Gang menyatakan, ekspo dunia telah menyediakan platform bagi penerapan komiersial berskala teknologi-teknologi baru itu, dan menunjukkan arah perkembangan kota di masa depan. Dikatakannya:"Pertama, energi bersih akan menjadi bentuk utama energi kota; Kedua, pemanfaatan sumber daya secara sirkulasi dan efisien akan menjadi pola utama ekonomi kota; Ketiga, operasional kota akan memiliki daya persepsi dan adaptif; Keempat, industri jasa pengetahuan akan menjadi bentuk utama industri kota masa depan; Kelima, jalur kota dan kelompok kota akan menjadi arah penting perkembangan kota."

Apakah kemajuan ilmu dan teknologi akan membawa masalah sosial, antara lain pengangguran?

Sehubungan dengan itu, wakil umum area pameran Jepang dalam Ekspo Shanghai, Hiroshi Tsukamoto berpendapat, kerja robot dan kerja manusia sepenuhnya dapat dijaga kelangsungannya secara harmonis.

Sementara menikmati kemudahan dalam kehidupan yang dibawakan ilmu dan teknologi yang terus maju dengan cepat, manusia juga semakin sadar bahwa sumber daya alam raya bukan tak kunjung habis dipakai. Wakil Ketua Panitia Eksekutif Komite Ekspo Shanghai Zhong Yanqun mengatakan:"Dalam kondisi ekonomi pasar, bagaimana memanfaatkan inovasi ilmiah dengan lebih baik untuk kehidupan di kota, bagaimana menggunakan inovasi ilmiah untuk kemajuan masyarakat, dan bagaimana agar inovasi ilmiah dengan lebih baik mendorong perkembangan manusia secara bebas dan menyeluruh, sedang menguji kecerdasan para pengelola, tanggung jawab perusahaan dan norma etik seluruh masyarakat."

26 Jun 2010

Jalan Panjang Peneliti Perempuan Muda

Posted by KIR MAN 1 Jakarta 10.02, under , | No comments


Peneliti muda akan terus lahir jika kesempatan berupa ajang kompetisi-kompetisi sains terus digulirkan. Inilah yang ingin dibuktikan dari kegiatan L'oreal Girls Science Camp 2010 yang digelar di Bella Campa, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, 22-23 Juni 2010 lalu.

Perempuan membutuhkan sains, dan sebaliknya, sains juga membutuhkan perempuan.

Sejak digelar pada 2005, kompetisi sains tahunan tersebut sudah melahirkan jumlah total pemenang yang mencapai 16 tim pelajar remaja puteri. Tahun ini, tema yang diangkat adalah "Playing Smart with Energy".

Total 100 undangan dikirim melalui dinas-dinas pendidikan setiap provinsi. Dari 56 proposal yang diterima tim juri kompetisi ini, terseleksi menjadi 24 proposal. Selanjutnya, pada tahap seleksi kedua terpilih 15 tim yang menjadi finalis berskala nasional.

Pada presentasi di hari kedua kompetisi, Rabu (23/6/2010) lalu, dari keseluruhan inovasi ide sains pelajar puteri ini, persoalan krisis energi listrik, BBM, serta gas mendominasi latar belakang dan ide penelitian mereka. Keprihatinan atas mahal dan langkanya energi di Indonesia ternyata memotivasi peserta untuk memanfaatkan potensi alam yang ada.

Umumnya, para peserta yang terdiri dari pelajar-pelajar puteri yang masih duduk di kelas satu (kelas X) SMA, itu kebanyakan aktif bergiat di Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) sekolah masing-masing. Kesenangan terhadap sains mendorong para remaja tersebut menciptakan ide-ide yang dituangkan dalam proposal dan materi presentasi, lengkap dengan uraian proses penelitian, hasil, serta biaya yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian tersebut.

Tak heran, tim juri kompetisi sains di kegiatan ini pun mengaku senang melihat kreativitas dan antusiasme anak-anak muda ini. Inovasi sains para remaja puteri itu diuji dan dinilai oleh para peneliti yang terdiri dari Atik Retnowati (LIPI), Dr Wiratni (Universitas Gajah Mada), Dr Munti Yuhana (Instutut Pertanian Bogor), serta Camelia Panatarani (Universitas Padjajaran Bandung).

Para juri itu sendiri merupakan perempuan-perempuan peneliti muda berprestasi penerima Fellowship atau Fellow L'Oreal-Unesco for Women in Science, yakni program penghargaan tahunan bagi perempuan muda peneliti tingkat dunia. Mereka menilai, inovasi sains pelajar SMA sangat kreatif, meski masih banyak yang hanya berdasarkan literatur sehingga orisinalitas ide mereka belum begitu mengigit. Padahal, orisinalitas menjadi kunci keberhasilan penelitian, selain syarat lain yakni hasil penelitian yang mudah diaplikasikan.

Disimpulkan, inovasi para remaja putri ini memang masih berupa ide. Namun, apresiasi patut diberikan kepada mereka sebagai generasi muda, terutama atas kemampuan setiap tim yang berhasil menemukan sumber energi dari lingkungan terdekat di sekitarnya. Limbah bambu, sampah kulit jeruk, buah lemon, ganggang hijau, tanaman jarak pagar, limbah jengkol, sampah rumput, sampah kota, kotoran hewan, bahkan sampai kotoran manusia dan isi perut ikan, yang bisa dijadikan sumber-sumber energi.

Alternatif

Bisa dibayangkan, bagaimana inovasi-inovasi yang diciptakan para peneliti muda ini puluhan tahun mendatang, jika di usia belia mereka sudah bisa berpikir mencipta sumber energi alternatif?

Sebutlah inovasi tim SMA Binus Serpong ini, misalnya. Hanya dengan memanfaatkan sampah rumput di sekolah yang bisa menghasilkan 35 kilogram biogas setiap bulan atau setara dengan tiga tabung gas 12 kilogram, kita akan dapat menghemat biaya hingga Rp 210.000.

Penelitian pelajar SMA Negeri 1 Yogyakarta, misalnya, berhasil memanfaatkan hasil alam yang berlimpah, yaitu bambu. Limbah bambu diproses menjadi arang aktif yang bisa menggantikan konsumsi gas untuk kebutuhan rumah tangga.

Atau, inovasi dari siswi-siswi dari Jawa Barat. Jika tim SMAN 1 Gunung Sindur, Bogor, berhasil menciptakan briket bersumber dari kotoran kerbau, tim dari SMAN 1 Rangkasbitung mengambil obyek penelitiannya dari buah jengkol.

Berdasarkan kedua penelitian itu, briket terbukti bisa menjadi alat masak yang hemat energi, meskipun lamanya waktu memasak akan lebih lama 11 menit ketimbang gas yang hanya butuh waktu empat menit.

Percaya diri

Secara bergiliran, setiap tim menjelaskan inovasi dengan penuh percaya diri dan memahami betul semua tahapan-tahapan penelitian mereka meskipun seringkali pertanyaan para juri tak bisa merea jawab dengan sempurna. Tak lain, hal itu karena cara berpikir para peneliti remaja beli ini masih belum detil dan kurang mendalam menjelaskan setiap proses dan kebutuhan untuk penelitiannya. Tapi setidaknya, penilaian dan masukan dari para juri akan menjadi pelajaran bagit mereka untuk terus mau dan mengembangkan ide awal penelitiannya di kompetisi ini

Sebagai peneliti pemula, tentu perlu dimaklumi, bahwa siswi-siswi SMA ini masih kurang pengalaman. Karena memang, menjadi peneliti membutuhkan waktu yang tidak bisa instan dalam waktu satu atau dua tahun. Mereka masih membutuhkan proses yang panjang.

"Jangan pernah takut dengan komentar orang lain dan jangan pernah berhenti mengembangkan ide awal sebuah penelitian, agar konsep besarnya bisa diimplementasikan," pesan seorang juri saat diumumkannya para pemenang kompetisi sains ini.

Talenta muda dan minat sains yang besar dari para pelajar ini seperti memberikan angin segar. Dan tentu saja, gairah baru untuk menumbuhkan kesadaran bahwa dunia sains bukan hanya milik lelaki, namun juga bisa untuk perempuan.

"Perempuan membutuhkan sains, dan sebaliknya, sains juga membutuhkan perempuan," kata Jean Christophe Letellier, Presiden Direktur L'Oreal Indonesia.

Di ujung pidatonya itu Jean berharap, kompetisi semacam ini akan menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi para remaja, khususnya remaja putri. Sejurus dengan itu pula, kelak jumlah peneliti perempuan akan terus bertambah.

15 Jun 2009

Fatwa Haram Rokok Bagi Pelajar

Posted by KIR MAN 1 Jakarta 14.38, under | No comments

Dukungan Fatwa MUI Tentang Pengharaman Rokok Bagi Anak-Anak, Remaja Dan Ibu Hamil
"remaja hari ini adalah calon pelanggan tetap hari esok…
pola merokok remaja penting bagi Philip Moris," demikian laporan Philip Moris 1981,
sebagaimana dikutip oleh badan kesehatan dunia (WHO)

Merokok sangat merugikan kesehatan bagi perokok dan orang-orang yang berada disekitar perokok, menurut data Departemen Kesehatan, dana yang dikeluarkan untuk mengobati penyakit yang diakibatkan oleh rokok lebih besar daripada pendapatan Negara dari cukai rokok.

Menurut data yang dimiliki oleh Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII), Hampir 70 % perokok di Indonesia adalah kalangan pemuda dan pelajar (baik ditingkat SMP maupun ditingkat SMU, dan seringkali kita juga temukan anak-anak SD juga telah merokok). Hal ini sangat memperihatinkan karena pemuda dan pelajar adalah generasi penerus bangsa, apabila mereka sudah sakit-sakitan diakibatkan oleh rokok maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang lemah dan sangat mudah untuk dikendalikan oleh bangsa lain.

Menurut data dari WHO, setiap tahunnya hampir 4 Juta orang meninggal dunia karena kasus yang berhubungan dengan tembakau (rokok) dan sebagaian besar yang meninggal adalah kalangan remaja.

Selain itu juga, rokok merupakan awal mula pelajar untuk mengkomsumsi NARKOBA, karena menurut survey Badan Narkotika Nasional (BNN) pemakaian narkoba diawali dari kebiasaan merokok serta dampak yang paling buruk adalah terjangkitnya virus HIV AIDS yang menjakiti pelajar melalui pemakaian jarum suntik pemakai narkoba.

Melihat hal ini maka perlu adanya pencegahan akan bahaya rokok, salah satunya dengan larangan merokok atau fatwa haram untuk merokok bagi kalangan remaja dan anak-anak yang merupakan komsumen terbesar dari produk rokok,

Oleh karena itu, Pengurus Besar (PB) Pelajar Islam Indonesia (PII) sebagai organisasi pelajar yang peduli dan konsen akan nasib pelajar, dengan ini :

1. Mendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Pengharaman Merokok bagi anak-anak, remaja dan ibu Hamil.
2. Menyerukan kepada pemerintah untuk memperkuat fatwa MUI ini dengan dibuatnya aturan pemerintah yang mengatur pelarangan peredaran rokok bagi kalangan anak-anak dan remaja.
3. Menyerukan kepada seluruh umat islam terutama Kader Pelajar Islam Indonesia (PII) se- Nusantara untuk mendukung fatwa MUI tentang pengharaman merokok bagi anak-anak, remaja dan Ibu Hamil.



Demikianlah surat dukungan ini kami buat, semoga hari esok akan lebih baik bagi generasi penerus bangsa dengan hidup tanpa rokok.

Jakarta, 30 Muharram 1430 H

27 Januari 2009 M
PENGURUS BESAR

PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII)

PERIODE 2008-2010







Nasrullah AHMAD JOJON NOVANDRI

Ketua Umum Sekretaris Jendral



* MENGATASI GLOBAL WARMING PEMANFAATAN SAMPAH SEBAGAI UPAYA MENGURANGI PEMANASAN GLOBAL

Posted by KIR MAN 1 Jakarta 14.32, under , | No comments

Istilah sampah pasti sudah tidak asing lagi ditelinga. Jika mendengar istilah sampah, pasti yang terlintas dalam benak adalah setumpuk limbah yang menimbulkan aroma bau busuk yang sangat menyengat. Sampah diartikan sebagai material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah adalah zat kimia, energi atau makhluk hidup yang tidak mempunyai nilai guna dan cenderung merusak. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak (wikipedia).

Sampah dapat berada pada setiap fase materi yitu fase padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yaitu cair dan gas, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi. Bila sampah masuk ke dalam lingkungan (ke air, ke udara dan ke tanah) maka kualitas lingkungan akan menurun. Peristiwa masuknya sampah ke lingkungan inilah yang dikenal sebagai peristiwa pencemaran lingkungan (Pasymi).

Berdasarkan sumbernya sampah terbagi menjadi sampah alam, sampah manusia, sampah konsumsi, sampah nuklir, sampah industri, dan sampah pertambangan. Sedangkan berdasarkan sifatnya sampah dibagi menjadi dua yaitu 1) sampah organik atau sampah yang dapat diurai (degradable) contohnya daun-daunan, sayuran, sampah dapur dll, 2) sampah anorganik atau sampah yang tidak terurai (undegradable) contohnya plastik, botol, kaleng dll.

Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri, misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi. Laju pengurangan sampah lebih kecil dari pada laju produksinya. Hal ini lah yang menyebabkan sampah semakin menumpuk di setiap penjuru kota.

Besarnya timbunan sampah yang tidak dapat ditangani tersebut akan menyebabkan berbagai permasalahan baik langsung maupun tidak langsung bagi penduduk kota apalagi daerah di sekitar tempat penumumpukan. Dampak langsung dari penanganan sampah yang kurang bijaksana diantaranya adalah berbagai penyakit menular maupun penyakit kulit serta gangguan pernafasan, sedangkan dampak tidak langsungnya diantaranya adalah bahaya banjir yang disebabkan oleh terhambatnya arus air di sungai karena terhalang timbunan sampah yang dibuang ke sungai.

Selain penumpukan di tempat pembuangan sementra (TPS), sampah pun akan semakin meningkat jumlah nya di tempat pembuangan akhir (TPA). Dengan semakin bertumpuknya sampah di TPA-TPA, akan lebih berpeluang menimbulkan bencana seperti yang terjadi di salah satu TPA yang ada di Bandung beberapa tahun lalu. Bencana longsong yang terjadi di TPA tersebut terjadi karena adanya akumulasi panas dalam tumpukan sampah yang pada akhirnya menimbulkan ledakan yang sangat hebat. Karena ledakan inilah maka sampah-sampah tersebut longsor dan menimbun puluhan rumah serta pemiliknya. Tak kurang dari 100 orang meninggal karena peristiwa ini. Dari kejadian tersebut kita harus berfikir keras bagaimana agar bencana serupa tidak trjadi di TPA-TPA yang lainnya.

Selain dampak yang telah disebutkan tadi, secara tidak langsung sampah yang menumpuk akan berpengaruh pada perubahan iklim akibat adanya kenaikan temperatur bumi atau yang lebih dikenal dengan istilah pemanasan global. Seperti yang telah kita ketahui bahwa pemanasan global terjadi akibat adanya peningkatan gas-gas rumah kaca seperti uap air, karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrooksida (N2O). Dari tumpukan sampah ini akan dihasilkan ber ton-ton gas karbondioksida (CO2) dan metana (CH4). Gas metana (CH4) dapat dirubah menjadi sumber energi yang akhirnya bisa bermanfaat bagi manusia. Sedangkan untuk gas karbondioksida (CO2), sampai saat ini belum ada pemanfaatan yang signifikan.

Akan tetapi proses perubahan gas metana (CH4) menjadi energi tetap saja menghadapi kendala diantaranya adalah kurangnya prospek dari segi ekonomi, yang akhirnya membuat perkembangannya masih tetap jalan ditempat dan entah kapan akan maju. Akibatnya gas metana (CH4) yang dihasilkan dari tumpukan sampah hanya dapat dibiarkan saja mengapung keudara tanpa bisa dimanfaatkan.

Gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan di TPA-TPA pun tidak hanya berasal dari penumpukan sampah-sampah saja. Tetapi berasala juga dari pembakaran-pembakaran sampah plastik yang di lakukan oleh pemulung. Para pemulung ini membakar sampah plastik untuk lebih memudahkan dalam memilih sampah-sampah yang tidak bisa dibakar seperti besi. Padahal dengan pembakaran ini akan sangat merugikan terutama bagi kesehatan masyarakat disekitar tempat pembakaran. Besarnya gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari pembakaran tentu saja akan semakin meningkatkan temperatur di permukaan bumi ini. selain itu abu dari sisa pembakaran sampah akan menimbulkan gangguan pernafasan pada masyarakat sekitar.

Menurut Sumaiku selain menghasilkan gas karbondioksida (CO2) dalam jumlah besar, pembakaran sampah akan menghasilkan senyawa yang disebut dioksin. Dioksin adalah istilah yang umum dipakai untuk salah satu keluarga bahan kimia beracun yang mempunyai struktur kimia yang mirip serta mekanisma peracunan yang sama. Keluarga bahan kimia beracun ini termasuk (a) Tujuh Polychlorinated Dibenzo Dioxins (PCDD); (b) Duabelas Polychlorinated Dibenzo Furans (PCDF); dan (c) Duabelas Polychlorinated Biphenyls (PCB). Racun udara dioksin akan berbahaya pada gangguan fungsi daya tahan tubuh, kanker, perubahan hormon, dan pertumbuhan yang abnormal. Dengan demikian pengurangan sampah dengan pembakaran lebih baik dihindari

Ada beberapa cara pengurangan sampah yang lebih baik dari pembakaran yaitu seperti yang diterangkan dalam web wahli. Ada empat prinsip yang dapat digunakan dalam menangani maslah sampah ini. Ke empat prinsip tersebut lebih dikenal dengan nama 4R yang meliputi:

1. Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
2. Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
3. Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
4. Replace (Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, misalnya, ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.

Sedangkan menurut Syahputra pola yang dapat dipakai dalam penanggulangan sampah meliputi Reduce, Reuse, dan Recycle, dan Composting (3RC) yang merupakan dasar dari penanganan sampah secara terpadu. Reduce (mengurangi sampah) atau disebut juga precycling merupakan langkah pertama untuk mencegah penimbunan sampah.

Reuse (menggunakan kembali) berarti menghemat dan mengurangi sampah dengan cara menggunakan kembali barang-barang yang telah dipakai. Apa saja barang yang masih bisa digunakan, seperti kertas-kertas berwarna-warni dari majalah bekas dapat dimanfaatkan untuk bungkus kado yang menarik. Menggunakan kembali barang bekas adalah wujud cinta lingkungan, bukan berarti menghina.

Recycle (mendaur ulang) juga sering disebut mendapatkan kembali sumberdaya (resource recovery), khususnya untuk sumberdaya alami. Mendaur ulang diartikan mengubah sampah menjadi produk baru, khususnya untuk barang-barang yang tidak dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama, misalnya kertas, alumunium, gelas dan plastik. Langkah utama dari mendaur ulang ialah memisahkar sampah yang sejenis dalam satu kelompok.

Composting merupakan proses pembusukan secara alami dari materi organik, misalnya daun, limbah pertanian (sisa panen), sisa makanan dan lain-lain. Pembusukan itu menghasilkan materi yang kaya unsur hara, antara lain nitrogen, fosfor dan kalium yang disebut kompos atau humus yang baik untuk pupuk tanaman. Di Jakarta, pembuatan kompos dilakukan dengan menggunakan sampah organik

Tentunya cari ini akan lebih baik digunakan dari pada dengan cara pembakaran. Karena selain mengurangi efek pemanasan global dengan mengurangi volume gas karbondioksida (CO2 ) yang dihasilkan, cara ini tidak mempunyai efek samping baik bagi masyarakat ataupun lingkungan. Seperti kata pepatah pencegahan penyakit akan lebih baik dari pada mengobatinya. Kata bijak ini juga bisa digunakan dalam strategi penanganan sampah yakni mencegah terbentuknya sampah lebih baik dari pada mengolah/memusnakan sampah. Karena bagaimanapun mengolah/ memusnahkan sampah pasti akan menghasilkan jenis sampah baru yang mungkin saja lebih berbahaya dari sampah yang dimusnakan. Jadi mari mulai sekarang kita bebenah diri untuk mengurangi hal-hal yang bisa membentuk sampah.

by: bowlang staf litbang hamit 2008

dari berbagai sumber



14 Jun 2009

Good Bye Kepengurusan 2008-2009 Welcome KIR MAN 1 Yang Lebih Baik

Posted by KIR MAN 1 Jakarta 07.34, under | 2 comments

Sulit dan berat itu yang kami rasakan sewaktu kami menjabat menjadi pengurus KIR MAN 1 Jakarta, bukan hal yang aneh apabila dalam kaderisasi ekskul yang banyak diminati adalah KIR di MAN 1 Jakarta. Tetapi hanya berselang kaderisasi saja 1-3 bulan.Sedikit demi sedikit anggota pergi, pada tahun kaderisasi anggota 2007-2008 saja tercatat 29 siswa yang iktu ekskul KIR MAN 1 hanya tersisa 5 orang yang bertahan dan mau menjadi pengurus KIR 2008-2009, ini perkerjaan berat walau hanya sekedar ekskul di sekolah namun bukan main-main. Amanah harus tetap kami jaga itulah pikiran yang terlintas di benak kami semua.Dibadingkan KIR tahun kemarin kami sangat iri karena mereka tembus menepati tingkat DKI walau hanya 3 besar.
Kesulitan dan kendala yang kami hadapi benar-benar terasa saat kami menjabat di kepengurusan KIR MAN 1 grogol 2008-2009, dari minimnya materi yang diberi tahun lalu, dan kurangnya pembinaan dari instruktur serta kami hanya berkerja 5 orang sebelumnya datangnya alumni yang sungkan membantu dari sela-sela waktu mereka yang padat. Kami benar-benar mengucapkan banyak terima kasih kepada Pembina kir tahun ini Bpk. Amin Spd yang telah berjuang keras untuk mengeksistensikan KIR di MAN 1 maupun di luar MAN 1. Kamipun menyadari banyak kekurangan dan jauh dari harapan para anggota untuk aktif dan eksis dalam kir ini. Maka dari itu kami mohon maaf apabila banyak kesalahan-kesalahan dalam kepengurusan kami.Untuk memajukan KIR MAN 1 Jakarta, sudah sunahtullah apabila rotasi kepengurusan berjalan maka dari itu juli atau agustus nanti dalam Musyawarh Besar KIR MAN 1(MUSYA KIR) kami berharap kepada calon pengurus 2000-2010 untuk bisa menjaga eksistensi KIR MAN 1 Jakarta. Buktikan prestasi yang kita raih hasil keringat sendiri dan bukan dari siapa-siapa. KIR Lebi baik dari sebelumnya harus benar-benar dipegang teguh dari setiap anggota KIR MAN 1 Jakarta.Inilah kenang-kenangan dari kami semoga bisa bermanfaat untuk anggota kir man 1 khusunya dan para pembaca umumnya.(aink*)


17 Des 2008

Kenapa Lalat Susah Di Pukul

Posted by KIR MAN 1 Jakarta 17.45, under , |


Sudah berapa kali Anda berhasil memukul lalat dengan tangan? Sulit bukan? Rahasia di balik kemampuan tersebut kini telah diketahui penjelasannya.

Selama 20 tahun meneliti biomekanika sayap lalat, Michael Dickinson dari Institut Teknologi California (Caltech) baru memecahkannya sekarang. Itu pun karena dia selalu penasaran terhadap pertanyaan yang sederhana dan sering dilontarkan banyak orang yang ditemuinya.

"Sekarang saya punya jawabannya," ujar Dickinson yang melakukan penelitian bersama Esther M dan Abe M Zarem. Ia menemukan rahasia tersebut setelah merekam manuver sejumlah lalat yang terancam pukulan menggunakan kamera digital yang dapat merekam dengan kecepatan dan resolusi tinggi.

Mereka menemukan bahwa lalat dapat mengenali ancaman berdasarkan lokasi. Otanya akan menghitung seberapa jauh ancaman terhadapnya sebelum memutuskan untuk mengepakkan sayap dan kabur.

Setelah memprediksi arah ancaman, kakinya bertumpu untuk terbang ke arah yang berlawanan. Semua persiapan meloloskan diri dapat dilakukannya dengan sangat cepat, hanya 100 milidetik setelah ia mendeteksi adanya bahaya.

"Ini menunjukkan begitu cepatnya otak lalat memproses informasi sensorik menjadi respons gerakan yang sesuai," ujar Dickinson. Bahkan, lalat mengatur postur tubuhnya sesuai besar ancaman.

Artinya, lalat telah mengintegrasikan dengan baik antara informasi visual dari mata dan informasi metasensorik di kakinya. Temuan ini memberikan petunjuk mengenai sistem saraf lalat dan menunjukkan bahwa di otaknya terdapat sistem pemetaan posisi ancaman.

"Ini sebuah transformasi rangsangan menjadi gerakan yang sedikit kompleks dan penelitian berikutnya mencari bagian otak yang mengaturnya," ujarnya.

Dari sistem tersebut, Dickinson juga dapat menyarankan cara paling efektif memukul lalat. Menurutnya, waktu terbaik memukul lalat bukan saat posisinya siap terbang sehingga waktu yang dibutuhkannya untuk mengantisipasi ancaman tersebut relatif lebih lama. Tentu tak mudah melakukan gerakan akurat kurang dari 100 milidetik.

23 Sep 2008

Bukti Ilmiah Telepati Yu Mingwei

Posted by KIR MAN 1 Jakarta 10.32, under | No comments

(Erabaru.or.id) — “Meskipun tubuh saya tanpa sayap burung phoenix yang berwarna-warni, saya tidak perlu kesana untuk bersamamu tetapi akan berkomunikasi denganmu dengan telepati seperti unicorn suci (dari syair tujuh karakter tak berjudul oleh Li Shangyin, seorang pemyair terkenal di Dinasti Tang). Syair ini menjadi salah satu syair yang paling sering dibaca selama ribuan tahun. Apakah kekuatan mental seperti telepati mental yang disebutkan di puisi benar-benar ada? Apakah ini hanya takhayul? Iain Bruce dari Herald Sunday menerbitkan penelitian ilmiah oleh seorang ilmuwan Scotlandia, Paul Stevens, mengungkapkan bukti ilmiah pertama dari kemampuan manusia untuk berkomunikasi dengan pikiran.
“Riset kami masih belum komplet, tetapi kami mungkin telah menemukan pola penting yang kami harapkan akan menunjukkan kemampuan mental dan mekanisme yang mendasar yang bertanggung jawab,” kata Dr. Steven, yang memimpin eksperimen di unit parapsikologi yang terkenal di dunia universitas Edinburgh.
Studi ini melihat hubungan antara manusia dengan hubungan yang berkembang dengan luar biasa baik, seperti para pasangan, teman dan saudara. Setiap pasangan yang terpisah dan para peserta diberi label “pengirim” dan “penerima” (dari pesan). Mereka yang ada dalam kelompok pertama ditunjukkan serangkaian video klip secara acak dan diperintahkan untuk “mengirim” informasi ini kepada pasangan yang duduk di ruangan kedap suara sejauh 25 meter.
Signal suara disebut “suara putih” pada “penerima” kedalam kondisi Ultra-receptive dan mereka diminta untuk mengatakan apa yang ada dalam kepala mereka sementara tubuh mereka diukur untuk beberapa perubahan. Banyak subyek yang bisa menyebutkan informasi yang dibaca oleh pasangan mereka.
Sudah bertahun-tahun lamanya debat mengenai keberadaan kekuatan mental di komunitas ilmiah. Diantara semua jenis kekuatan batin, kekuatan telepati telah lama dianggap sebagai takhyul oleh banyak akademisi. Tetapi dengan studi dari Dr. Steven menunjukkan banyak objek yang mampu akan kekuatan batin, praduga ini mungkin akan segera berubah. Berbicara dalam Konvensi ke 45 Asosiasi Parapsychology, Dr. Steven akan mempresentasikan hasil dari eksperimennya kepada audiens internasional dari kalangan periset dan akademisi.
Sesungguhnya, keberadaan kemampuan supernormal adalah kenyataan yang tak bisa disangkal dalam komunitas kultivasi. Karena kemampuan supernormal melebihi ilmu biasa, instrumen biasa tidak bisa dengan mudah mendeteksinya. Setelah para ilmuwan menghabiskan tenaga seluruh sumber-sumber yang mungkin menyelidiki kebenaran dari tubuh manusia dan angkasa antar bintang, mereka sering harus mengakui sebuah fakta,, teknologi ilmiah kita sangat terbatas yang membuat kita sering dibingungungkan oleh misteri yang tak terpecahkan oleh tubuh manusia. Peralatan ilmiah dan teori bukanlah halangan terbesar untuk memecahkan misteri ini. Keterbatasan adalah prinsip-prinsip yang mendirikan ilmu, kita tidak boleh hanya percaya pada apa yang kita lihat dengan mata telanjang, dan kita tidak boleh secara gegabah menghilangkan apa yang tidak terdekteksi oleh ilmu modern. Dengan kata lain, kita seharusnya mempunyai pikiran terbuka untuk mempelajari kehidupan dan alam semesta dari perspektif alternatif. Jika kita bisa mengambil sikap yang hangat terhadap ilmu, kita akan mebuat lompatan besar ke depan dalam memahami dalam semesta.

Tags

Info

Hasil Musyawarah Besar KIR Alkhawarizmi MAN 1 Jakarta, Terpilih Astria Astrid XI IPA (Ketua) Khoerunnisa (XI Bahasa) sebagai Wakil Ketua KIR. Terima kasih kepada kawan-kawan yang sudah menepatkan hadir pada MUSYAWARAH BESAR KIR MAN 1 Jakarta.Salam hormat tim creative Sabtu 25 Juli 2010

Support

Labels